Bawaslu Luwu Timur Ajak Masyarakat Tolak Praktik Politik Uang
|
Bawaslu Luwu Timur Ajak Masyarakat Tolak Praktik Politik Uang
\n\n\n\nKalaena - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Luwu Timur Pawennari memberi perhatian khusus terhadap praktik politik uang yang terjadi dalam penyelenggaraan Pemilu. Menurutnya praktik politik akan berdampak pada kesejahteraan rakyat.
\n\n\n\nPawennari menyampaikan berdasarkan hasil lembaga survei indonesia tahun 2019, sebanyak 48 persen masyarakat Indonesia menganggap praktik politik uang merupakan hal biasa dan sudah menjadi budaya di masyarakat.
\n\n\n\nBawaslu hadir menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat untuk membawa pesan bahwa sesungguhnya yang ingin dijaga adalah hak konstitusi masyarakat untuk memilih dan mengedukasi masyarakat agar terhindar dari praktik politik uang ,"ucap Pawennari pada Sosialiasi Desa Sadar Pengawasan dan Anti Politik Uang yang diselenggarakan di Kecamatan Kalaena, Kamis (14/9).
\n\n\n\nMemilih itu lanjutnya adalah hak dan praktik politik uang itu datang membeli hak kita dan akhirnya kita memilih pemimpin hanya berdasarkan uang.
\n\n\n\nAkhirnya para pemimpin yang dipilih dari praktik politik uang itu akan sibuk mengembalikan uangnya ketika terpilih dan tidak lagi berfikir bagaimana menyusun kebijakan untuk mensejahterakan rakyat.
\n\n\n\nSecara hukum, Bawaslu menegaskan bahwa praktik politik uang itu adalah pelanggaran pemilu dan masuk kategori pidana pemilu.
\n\n\n\n"Artinya sangat memungkinkan masyarakat terjerat pidana jika melakukan praktik politik uang,"kata Pawennari.
\n\n\n\nDirinya mengungkapkan praktik politik uang diawali dari proses suap menyuap atau korupsi. "Ingat ki, korupsi itu adalah tindakan yang menghancurkan hajat hidup orang banyak,"tegasnya.
\n\n\n\nMasyarakat sendirilah yang akan menentukan masa depan bangsa ini. "Pemilu adalah proses seleksi kepemimpinan negeri ini dan jika dalam proses penyelenggaraan pemilu, praktik politik uang masih mewarnai seleksi kepemimpinan tersebut maka bangsa ini akan melahirkan pemimpin yang sarat terhadap praktik korupsi, kolusi dan nepotisme,"tegas Pawennari.
\n\n\n\nKoordinator Divisi SDM, Organisasi, Diklat dan Datin itu berharap seluruh lapisan masyarakat memiliki semangat yang sama dengan Bawaslu untuk bersama-sama awasi pemilu.
\n\n\n\n"Ketika setiap individu mempunyai prinsip yang sama untuk menolak praktik politik uang maka gerakan ini akan tersebar luas diseluruh lapisan masyarakat,"tandasnya.
\n\n\n\nKegiatan ini dihadiri pula Anggota Bawaslu Luwu Timur Sukmawati Suaib dan Sulkifli, Kepala Sekretariat Lenny Thalib, Camat Kalaena, Pemerintah Desa Kecamatan Kalaena, Ketua NU Luwu Timur, Tokoh Agama, dan masyarakat, pemuda, perempuan serta Panwaslu Kecamatan dan Kelurahan Desa se Kecamatan Kalaena.
\n"