Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Luwu Timur Ajak Masyarakat Mengawasi Penyelenggaraan Pilkada
|
Burau, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Luwu Timur terus melakukan pengawasan dan sosialisasi penyelenggaraan pemilihan dengan melibatkan semuan lapisan masyarakat.
\n\n\n\nKetua Bawaslu Luwu Timur, Rachman Atja mengungkapkan, secara hierarki Bawaslu dan jajarannya memang yang melakukan pengawasan tapi pada hakikatnya pengawasan penyelenggaraan pemilihan ada pada masyarakat.
\n\n\n\nMari bersama mengambil peran untuk menyukseskan Pilkada ini", ucapnya saat menyampaikan sambutan pada sosialisasi pengawasan partisipatif yang dilaksanakan di Kecamatan Burau, Jum'at (24/7/2020).
\n\n\n\n"jika ada pelanggaran pemilihan segera laporkan ke Bawaslu atau panwascam. jangan melapor di Sosial media", jelasnya.
\n\n\n\nIa juga mengingatkan kepada masyarakat agar saling menjaga, hindari politik uang, hoaks, sara, black campaign untuk menciptakan penyelenggaran pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur yang sejuk, aman dan damai.
\n\n\n\nSenada dengan itu Amrayadi yang merupakan Koordinator divisi Pengawasan Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan mengatakan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam pengawasan penyelenggaraan pemilihan.
\n\n\n\n"Kita mempunyai personil yang terbatas, olehnya itu bagaimana menyiasati keterbatasan tersebut? tentu dengan pelibatan semua lapisan masyarakat dalam mengawasi penyelenggaraan pemilihan", ungkapnya.
\n\n\n\nPeran masyarakat lanjutnya sangat penting dalam penyelenggaraan pemilihan. selain itu hal yang tak kalah penting juga adalah saling mengingatkan sesama masyarakat tentang jenis pelanggaran pemilihan, salah satunya yaitu bahaya politik uang.
\n\n\n\n"Politik uang ini sangat merusak demokrasi karena suara rakyat dinilai dengan rupiah, sembako dan materi lainnya, sehingga ketika pemimpin yang lahir dari politik uang, yakin dan percaya ketika sudah terpilih maka tidak akan terlalu mementingkan kepentingan rakyat karena akan lebih mengutamakan bagaimana mengembalikan modalnya", Tegas Amrayadi.
\n\n\n\nDi tempat yang sama, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Luwu Timur, Sukmawati berharap agar masyarakat dapat berperan secara aktif untuk mengawal dan melakukan pengawasan.
\n\n\n\n"Dengan terselenggaranya Pilkada di tengah Pandemi ini maka secara otomatis, kita tidak bisa mengumpulkan banyak orang untuk melakukan sosialisasi olehnya itu nantinya kita akan membuat video sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat yang kemudian akan disebar melalui media sosial", jelas Sukmawati.
\n\n\n\nPada kegiatan yang dihadiri oleh Pimpinan Lembaga/Organisasi, Tokoh Pemuda, Tokoh agama, dan Majelis Ta'lim itu, Bawaslu Luwu Timur menayangkan salah satu video sosialisasi politik uang yang di produksi oleh Bawaslu Luwu Timur.
\n\n\n\n"Dengan video sosialisasi tersebut, diharapkan dapat memperluas sosialisasi Bawaslu kepada masayarakat tentang jenis-jenis pelanggaran pemilihan", Terang Sukmawati. (Humas)
\n"