Pawennari: Pentingnya Memperhatikan Prinsip-prinsip dan Keterpenuhan Hak Peserta Pemilu Dalam Pelaksanaan Kampanye
|
Malili, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Pawennari menghadiri Rapat Koordinasi pelaksanaan kampanye pada pemilihan umum serentak 2024 di kantor KPU Kabupaten Luwu Timur, Selasa (10/10/2023). Tadi ada beberapa tawaran soal lokasi dan seterusnya sebaiknya lebih spesifik buat kesepakatan-kesepatan soal itu karena ini juga menyangkut kepentingan peserta pemilu dan kepentingan masyarakat umum, misalnya dengan memperhatikan pengaturan mengenai lokasi kampanye yang cukup mengevaluasi penyelenggaraan pemilu 2019, misalnya pengaturan yang memastikan terpenuhinya Prinsip pelaksanaan kampanye, tidak mengganggu ketertiban umum, hari ini saya kira lebih kepada memastikan keterpenuhan hak peserta pemilu dan masyarakat dalam pelaksanaan kampanye, itu yang paling penting untuk diberikan kepastian," ucapnya. Pawennari juga menyampaikan bahwa pada prinsipnya kampanye adalah wujud dari pendidikan politik yang dilakukan oleh peserta pemilu. "Terkait dengan itu saya juga ingin menyampaikan bahwa pada prinsipnya pelaksanaan kampanye itu wujud dari pendidikan politik, sehingga kita juga penting untuk melihat lebih jauh bagaimana prinsip-prinsip kampanye itu dilaksanakan," tuturnya. "Kemudian setelah itu barulah kita bicara soal teknis, bagaimana pandangan peserta pemilu dan bagaimana model dan kewenangan pengaturan KPU" lanjutnya. Selanjutanya Pawennari mengingatkan kepada peserta rapat koordinasi untuk memastikan agar terjadi komunikasi yang baik antara pihak terkait dalam pelaksanaan tahapan kampanye. "Ini yang kemudian saya kira penting untuk kita sambungkan komunikasinya, supaya pada saat pelaksanaan kampanye tidak ada lagi miskomunikasi terjadi yang memungkinkan timbul hal-hal yang bisa membuat kontroversi terjadi di lapangan dan hal-hal lain yang mungkin terjadi," jelasnya. Selain itu, Pawennari juga memberi saran kepada KPU agar pada saat mencari lokasi rapat umum juga tetap memperhatikan soal ketertiban lalulintas meskipun sudah ada pengalaman dari Pemilu tahun 2019. "Memungkinkan cari lokasi yang banyak jalur alternatifnya, itu saya kira salah satu hal yang paling penting. tapi kalau kita merujuk di 2019 itu saya kira kita tinggal mengevaluasi hal-hal yang penting untuk ditambahkan, dimungkinkan atau disempurnakan," kata Pawennari. "Pelaksanaan kampanye yang harus kita pastikan adalah keterpenuhan hak peserta Pemilu, dengan kampanye menjadi media bagi peserta pemilu untuk melakukan pendidikan politik terhadap seluruh pemilih. Kualitas pelaksanaan Pemilu saya kira tidak terlepas bagaimana kita melakukan proses edukasi politik ke bawah, yang kedua bagaimana kita patuh terhadap prinsip pelaksanaan penyelenggaraan pemilu," lanjutnya. Terakhir, Pawennari berharap bahwa poin-poin yang telah ia sampaikan dapat menjadi catatan bersama dalam pelaksanaan kampanye sehingga meminimalisir terjadinya hal-hal yang mungkin akan terjadi. "Saya kira itu poin-poin yang menjadi catatan kita dalam pelaksanaan kampanye, sehingga hal-hal memungkinkan bisa kita minimalisir dengan memasukan nilai-nilai itu tadi. kita tinggal berbicara soal teknis, substansi dan mekanisme harus kita rapatkan sama-sama," tutupnya. Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1403 Sawerigading Palopo, Polres Luwu Timur, Kejaksaan Negri Luwu Timur, Pengadilan Negri Luwu Timur, Partai Politik peserta Pemilu, Kesbangpol Luwu Timur dan Satpol PP Luwu Timur."