Semangat Pancasila Menggema di Halaman Kantor Bawaslu Luwu Timur
|
Pagi ini, halaman kantor Bawaslu Kabupaten Luwu Timur tampak lebih khidmat dari biasanya. Seluruh jajaran pimpinan dan staf berkumpul dalam formasi rapi untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Tak sekadar seremoni rutin, momen ini menjadi ruang refleksi bersama tentang makna mendalam dari ideologi pemersatu bangsa.
Ketua Bawaslu Luwu Timur, Pawennari, tampil sebagai pembina upacara, diikuti oleh anggota Bawaslu lainnya, Sulkifli dan Sukmawati Suaib, serta Kepala Sekretariat Lenny Thalib dan Kasubbag Administrasi Dedy Sutaryo. Turut hadir pula seluruh pegawai ASN dan PPNPNS yang terlihat antusias mengikuti jalannya upacara sejak awal.
Dalam amanatnya, Pawennari membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, yang menyoroti pentingnya menjadikan Pancasila sebagai kompas dalam menghadapi tantangan zaman. “Pancasila bukan hanya dokumen sejarah, tapi jiwa bangsa yang memandu langkah kita menuju cita-cita Indonesia yang berdaulat dan berkeadilan,” ujar Pawennari membacakan kutipan pidato tersebut pada upacara peringatan hari lahir Pancasila, Senin (2/6).
Upacara ini juga menjadi pengingat bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman. Ia mempersatukan lebih dari 270 juta rakyat Indonesia dengan latar belakang berbeda—agama, budaya, suku, hingga Bahasa namun tetap dalam satu tujuan yaitu membangun negeri yang inklusif, beradab, dan bermartabat.
Pidato BPIP yang dibacakan juga menyentuh berbagai aspek penting dalam kehidupan berbangsa, dari pendidikan, birokrasi, ekonomi hingga ruang digital. Penekanan diberikan pada perlunya revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam setiap sektor, agar tidak sekadar dihafalkan, tetapi benar-benar dihidupi dan dijalankan dalam tindakan nyata.
“Etika di ruang digital, keadilan dalam pelayanan publik, keberpihakan pada ekonomi kerakyatan, hingga integritas moral generasi muda yang semua itu hanya akan tumbuh jika Pancasila benar-benar menjadi napas kita bersama,” lanjut Pawennari.
Di akhir upacara, suasana terasa lebih dari sekadar selesai. Ada energi baru yang terbawa oleh setiap peserta. semangat untuk terus menjaga warisan luhur bangsa, menjadikannya bukan hanya simbol, tapi kekuatan nyata dalam menghadapi era globalisasi dan tantangan kebangsaan yang semakin kompleks.
Dengan langkah yang teguh dan gotong royong sebagai pijakan, Bawaslu Luwu Timur menegaskan komitmennya untuk menjaga nilai-nilai Pancasila bukan hanya di atas podium, tapi dalam keseharian kerja dan pengabdian kepada negara.
Dirgahayu Pancasila!
Jayalah Indonesiaku!