Bawaslu Bahas Pengembangan Program Pengawasan Partisipasif di Sulsel
|
Makassar, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan HL Arumahi menerima kunjungan dari Komite Pemantau Legislatif (Kopel) dan Chief of Party Internews (Local voices Global Change) Eric Sasono beserta rombongan di ruang kerjanya, Jumat (13/5/2022).
\n\n\n\nDalam pertemuan itu Ketua Bawaslu Sulsel didampingi tiga anggotanya masing-masing DR Azry Yusuf, Amrayadi dan Saiful Jihad.
\n\n\n\nPertemuan tersebut membahas rencana kerjasama terkait pengembangan sejumlah program pengawasan partisipatif yang telah dilakukan Bawaslu Provinsi Sulsel.
\n\n\n\nDi antaranya, Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP), Desa Sadar Pengawasan dan Antipolitik Uang, dan Forum Kemah Pengawasan Saka Adhyasta serta Forum Awas Pelajar.
\n\n\n\n“Kami di Sulsel itu ada SKPP yang dilakukan berjenjang, dengan narasumber yang kami undang adalah orang yang punya kompetensidan pengalaman panjang dalam demokratisasi di sulsel. Ada desa sadar pengawasan dan antipolitik uang dan forum saka adhyasta dalam bentuk kemah pengawasan,” papar Ketua Bawaslu Sulsel HL Arumahi.
\n\n\n\nSejumlah program tersebut sudah dimulai dan telah berjalan dengan menghasilkan sejumlah output dan alumni di berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
\n\n\n\n“Untuk desa sadar pengawasan hingga saat ini sudah mencapai kurang lebih 82 desa di 24 kabupaten dan kota, lembaga alumni SKPP, dan forum-forum pemilih pemula yang terdiri dari sekolah menengah sederajat,” urai Arumahi.
\n\n\n\nHanya saja, kata Anggota Bawaslu Sulsel Saiful Jihad, Bawaslu memiliki keterbatasan.
\n\n\n\n“Sejumlah program pengawasan partisipatif tersebut anggarannya bersifat stimulan, sehingga untuk pengembangannya, kami di Bawaslu membutuhkan kerjasama dengan lembaga mitra di luar Bawaslu,” jelas Saiful Jihad.
\n\n\n\nHal senada juga disampaikan Anggota Bawaslu Sulsel DR Azry Yusuf. Sejumlah kerjasama dengan yang sekarang telah menjadi mitra Bawaslu memang punya visi searah dengan sejumlah program tersebut.
\n\n\n\nIa berharap, rencana kerjasama dapat berjalan sesuai harapan masing-masing pihak, sehingga proses pendidikan politik dapat merata ditiap level masyarakat di Sulsel.
\n\n\n\nSementara itu, Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Sulsel Amrayadi mengungkapkan, pada Minggu 15 Mei mendatang, Bawaslu bersama dengan Kopel Indonesia dan Komunitas Pemuda Jujur (KPJ) akan menandatangani nota kesepahaman terkait kerjasama dalam pengembangan pengawasan partisipatif.
\n\n\n\n“Kita akan terus mengevaluasi hasil dari program ini, kita berharap segera bisa bekerja bersama mengingat tidak lama lagi tahapan pemilihan umum akan segera memasuki jadwal yang telah ditetapkan,” jelas Amrayadi.
\n\n\n\nHadir dalam pertemuan tersebut, Direktur KOPEL Indonesia, Syamsuddin Alimsyah didampingi Wakil Ketua Herman, Ketua KPJ Sri, dan Chief of Party Internews (Local voices Global Change) Eric Sasono bersama M&E Specialist Internews Erwien Temasmico Djayoesman.
\n