Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Fokus Tingkatkan Kapasitas SDM dan Penguatan Nilai-Nilai Demokrasi di Masa Non Tahapan

Bawaslu Fokus Tingkatkan Kapasitas SDM dan Penguatan Nilai-Nilai Demokrasi di Masa Non Tahapan
\n

Malili, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan Saiful Jihad menyampaikan meskipun tidak ada tahapan, Bawaslu tetap punya tugas dan tanggung jawab untuk memberikan edukasi kepada masayarakat. Olehnya itu tahun 2022 ini penguatan SDM jajaran Bawaslu dan penguatan nilai-nilai demokrasi kepada masyarakat akan terus ditingkatkan sehigga ketika sudah memasuki tahapan Pemilu SDM yang ada sudah siap.

\n\n\n\n

“Kita ini Bawaslu, yang bertugas melakukan pengawasan tidak hanya pada masa tahapan tetapi kita juga punya tugas dan tanggung jawab yang besar ketika tidak ada tahapan yaitu bagaimana menyampaikan informasi yang sifatnya mengedukasi masyarakat untuk penguatan nilai-nilai demokrasi kita,”kata Saiful Jihad pada kegiatan Peningkatan Kapasitas Kehumasan yang dilakukan Bawaslu Luwu Timur melalui Pelatihan Pembuatan Flyer, Infografis dan Jurnalisme Visual yang dilaksanakan di Media Center Bawaslu Luwu Timur, Senin (18/4/2022).

\n\n\n\n

Koordinator Divisi Humas Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan itu menekankan agar pesan yang ingin disampaikan harus sampai kepada target yang dituju.

\n\n\n\n

“Karena kita punya tugas untuk menyampaikan pesan atau informasi yang mengedukasi masyarakat maka satu hal yang harus kita yakini bahwa pesan yang ingin kita sampaikan harus sampai kepada target kita,”jelasnya.

\n\n\n\n

Hal itu bisa diukur melalui pengunjung web kita, berapa followers Instagram, berapa pengunjung youtube kita yang mengakses pesan yang kita sampaikan.

\n\n\n\n

Dari situ juga menurut Saiful bisa tergambar apakah media yang kita pakai sudah siginifikan atau tidak untuk meyampaikan pesan menjangkau target informasi

\n\n\n\n

Selain itu kita juga bisa berfikir bagaimana menyasar pemilih yang ada di Luwu Timur meskipun tidak seluruhnya karena kita juga memiliki keterbatasan dan tidak hanya bisa mengandalkan penyebaran informasi  melalui teknologi karena tidak semua orang menggunakan media sosial.

\n\n\n\n

Hal ini kemudian bisa menjadi starting point untuk penguatan kinerja agar informasi kita tepat sasaran.

\n\n\n\n

Untuk itu kemudian menjadi penting untuk memperhatikan 2 hal yaitu bagaimana membuat pemetaan target dan menguasai algoritma dunia digital.

\n\n\n\n

“Pemetaan target akan beririsan dengan pemilihan platform media yang kita pakai dan pemilihan konten yang ingin kita sampaikan termasuk desain konten yang ingin kita sampaikan,”jelas Saiful

\n\n\n\n

Bahasa kepada milenial lanjutnya tentu akan beda dengan Bahasa kepada kelompok masyarakat yang mungkin usianya kolonial. Artinya bahasa itu pasti akan beda karena targetnya beda. Karena bahasanya beda maka desainnya juga pasti akan beda

\n\n\n\n

 “Setelah melakukan pemetaan dan menetapkan platform media yang akan kita pakai maka selanjutnya adalah bagaimana kita menguasai algoritme dunia digital dengan baik sehingga apa yang kita hadirkan bisa sampai kepada publik,”pungkas Saiful

\n