Menyelaraskan Kerja dan Ibadah dalam Jumat Sehati Bawaslu Luwu Timur
|
Luwu Timur - Bawaslu Kabupaten Luwu Timur menggelar kegiatan Kultum dalam program Jumat Sehati dan Jumpa Berlian pada Jumat, 27 Februari 2026, di kantor Bawaslu Luwu Timur. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama menjelang bulan suci Ramadhan, dengan menekankan pentingnya menyatukan nilai kerja dan ibadah dalam aktivitas kelembagaan.
Tiga pembawa kultum yakni Koordinator Divisi P3S Sukmawati Suaib, Koordinator Divisi HP2H Sulkifli, serta Ketua Bawaslu Luwu Timur Pawennari, menyampaikan pesan-pesan spiritual yang sarat makna.
Sukmawati Suaib mengingatkan bahwa Allah SWT tidak pernah salah dalam membagikan rezeki. Rezeki dapat hadir dari tempat yang tidak pernah diduga. Ia berharap kantor Bawaslu menjadi tempat turunnya keberkahan dan seluruh jajaran senantiasa menjaga nama baik lembaga. Ia juga mendoakan agar setiap pemimpin yang mengemban amanah di Bawaslu dapat menuntaskan masa tugas dengan khusnul khotimah.
Sementara itu, Sulkifli mengutip hadis Rasulullah SAW, “Ballighu ‘anni walau ayah” yang berarti sampaikan dariku walaupun satu ayat. Ia mengajak seluruh jajaran untuk mensyukuri nikmat umur dan kesehatan karena masih diberikan kesempatan menunaikan ibadah Ramadhan tahun ini. Mengutip QS Al-Baqarah ayat 183, ia menekankan tiga hal penting dalam perintah puasa, yakni iman, puasa, dan takwa. Menurutnya, puasa menjadi jalan menuju ketakwaan dengan menumbuhkan sikap tawadhu, qanaah, menjauhi maksiat, serta menyadari bahwa pangkat dan jabatan adalah ketentuan Allah SWT.
Ketua Bawaslu Luwu Timur, Pawennari, menegaskan bahwa pekerjaan yang hanya disandarkan kepada manusia akan mudah berubah semangatnya. Namun jika diniatkan semata-mata karena Allah SWT, maka setiap aktivitas kantor akan bernilai ibadah dan membawa keberkahan. Ia menyampaikan bahwa urusan organisasi memang bersifat manajerial dan harus ditaati, tetapi fondasi spiritual menjadi kunci agar produktivitas kelembagaan berjalan seiring dengan perbaikan moral dan batin.
Momentum Ramadhan, menurutnya, menjadi kesempatan untuk memperbaiki niat, membenahi spiritualitas, dan menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari pengabdian kepada Tuhan.