Lompat ke isi utama

Berita

Di Hadapan PWI, Bawaslu Lutim Tegaskan: Tak Ada Tahapan Pemilu, Konsolidasi Demokrasi Tetap Jalan

Audiensi Pengurus Pokja Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Luwu Timur, Rabu (22/4).

Audiensi Pengurus Pokja Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Luwu Timur, Rabu (22/4).

Malili - Bawaslu Kabupaten Luwu Timur menegaskan bahwa berakhirnya tahapan pemilu tidak menjadi alasan untuk menghentikan kerja-kerja demokrasi. Justru di masa non-tahapan, konsolidasi demokrasi dengan berbagai pihak terus dijalankan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pemilu ke depan. 

Ketua Bawaslu Kabupaten Luwu Timur Pawennari mengatakan bahwa ketiadaan tahapan bukan berarti aktivitas demokrasi ikut berhenti. Justru pada fase inilah, ruang-ruang konsolidasi perlu diperkuat secara lebih luas. 

“Tak ada tahapan, bukan berarti kerja-kerja demokrasi berhenti. Konsolidasi harus tetap berjalan. Demokrasi bukan hanya berlangsung saat pemilu maupun pilkada. Justru setelahnya, di situlah esensinya benar-benar berjalan,” tegasnya saat menerima audiensi Pokja Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Luwu Timur, Rabu (22/4).

Ia menekankan pentingnya peran pers sebagai pilar keempat demokrasi yang memiliki fungsi strategis dalam mengawasi kekuasaan, menjaga transparansi, serta menjalankan kontrol sosial secara independen.

Menurut Pawennari, kolaborasi dengan insan pers menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat pengawasan partisipatif, khususnya di masa non-tahapan.

Di tengah tidak adanya tahapan pemilu, Bawaslu Lutim tetap mengintensifkan program pengawasan partisipatif. Upaya ini dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk pendidikan pengawasan partisipastif di sekolah-sekolah yang menyasar pemilih pemula.

“Langkah yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas demokrasi. Di masa non-tahapan, penyelenggara pemilu justru memiliki ruang untuk berinovasi dalam memperkuat Pendidikan demokrasi,”ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Sukmawati Suaib menyampaikan bahwa hubungan antara Bawaslu dan wartawan di Luwu Timur telah terbangun sejak lama. Kehadiran Pokja PWI dinilai semakin memperkuat kolaborasi dalam wadah organisasi yang lebih terstruktur.

“Ini bukan kemitraan baru. Sekarang semakin solid karena sudah dalam satu wadah organisasi,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa kritik dan masukan dari insan pers tetap dibutuhkan guna mendorong profesionalitas lembaga.

Di sisi lain, Ketua Pokja PWI Luwu Timur Rudiansyah didampingi pengurus lainnya, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu.

“Meski pemilu telah usai, wajah demokrasi justru terlihat setelahnya. Kami melihat Bawaslu tetap aktif memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

PWI Luwu Timur, lanjutnya, siap berkolaborasi dalam mendukung pendidikan dan pengawasan partisipatif sebagai bagian dari peran pers dalam menjaga demokrasi.