Lompat ke isi utama

Berita

Foto Jurnalistik Harus Menggambarkan Peristiwa

Foto Jurnalistik Harus Menggambarkan Peristiwa
\n

Malili, Badan Pengawas\nPemilihan Umum – Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan kembali menggelar lanjutan workshop\ndaring penguatan peran dan tugas kehumasan.

\n\n\n\n

Pertemuan kali ini membahas foto jurnalistik dan video yang dibawakan\noleh  Mardiana Rusli yang juga merupakan\nDirektur JaDi (Jaringan Demokrasi Indonesia), Jum’at, (22/5).

\n\n\n\n

Wanita yang pernah menjadi jurnalis itu menjelaskan tentang beberapa\naspek penting yang harus dimiliki untuk membuat foto di dalam berita lebih\nmenarik.

\n\n\n\n

Foto Jurnalistik diperlukan dalam artikel atau berita agar menjadi lebih\nlengkap. Tetapi fungsi penting lainnya adalah sebagai pemberi informasi\ntambahan.

\n\n\n\n

Foto itu harus mampu menjelaskan suatu peristiwa yang terjadi, sehingga\napa yang disampaikan dapat terbaca tanpa harus dibebani lagi dengan kata yang\npanjang lebar, Terangnya.

\n\n\n\n

Ketika kita membuka atau membaca berita, yang pertama kali kita lihat adalah judul, foto, kemudian isi beritanya, ungkap Mardiana.

\n\n\n\nMardiana Rusli (Ketua Presidum JaDi Sul-Sel saat menyampaikan materinya, Jum'at (22/5).\n\n\n\n

Selain judul yang menarik, hal penting yang harus dimiliki oleh seorang\njurnalis yaitu cara mengambil foto yang baik.

\n\n\n\n

Seorang fotografer harus jeli melihat setiap moment yang ada sehingga foto\nyang dihasilkan apat menggambarkan atau menceritakan suasana dari sebuah\nperiistiwa.

\n\n\n\n

Ketika mengambil objek, pilih mana yang paling menarik. Hindari foto\nyang berdiri tegap dan lakukan jepret ketika objek sedang melakukan kegiatan\nagar dapat diketahui oleh publik bahwa yang difoto sedang melakukan kegiatan. Tegasnya.

\n\n\n\n

Di akhir materinya, Mardiana berpesan kepada staf Humas Bawaslu Kabupaten/Kota agar terus mengasah kemampuannya di bidang fotografi. Perhatikan moment dan sudut dalam mengambil gambar untuk menciptakan foto terbaik. “Keterampilan mudah dipelajari tapi konsistensinya yang sulit” tutupnya.

\n\n\n\n

Humas

\n"